My Widget

Sabtu, 11 April 2015

Hari Hari Terbaik Persembahan Dari PUSPADANTA Minggu Pertama



            22 Februari 2015, tepat 1 minggu sebelum Praktek Kerja Industri. Berat memang, jika harus terngiang oleh pikiran ketika akan jauh dari teman teman terdekatku disekolah. Yaaa, mski hanya dalam jangka waktu  kurang lebih 3 bulan, tetapi bagiku tetap saja sulit.jauh dari mereka, tak lagi mendengar jeritan jeritan nakal suara mereka, juga tidak lagi melihat senyum sapaan mereka setiap paginya dalam waktu 3 bulan.

Gambar 1.1 Keluarga Besar XI Multimedia 1 - SMK Negeri 1 Bantul

            Waktu terus berjalan, hari pertama prakerin pun kini sudah tiba. Senin, 2 Maret 2015. Dari yang biasanya jam 5 pagi masih benerin selimut sekarang udah mandi, berseragam rapi dan sarapan pagi. Dari yang biasanya jam 6.15 baru bergegas memasuki kamar mandi, kini telah berdandan cantik dan siap berangkat praktek kerja industri. Dalam perjalanan, karena belum terbiasa jarak dari rumah sampai dengan tempat Prakerin terasa jauh. Terlihat suasana jalanan yang begitu membosankan, dan bagiku itu tidak menarik.
            Selang 30 menit, aku bersama temanku Dwi Astuti yang seringkali dipanggil Astuti, dan Asniyati Hanifah yang kerap disapa Asni telah tiba di tempat tujuan. PUSPADANTA guyss! Tempat prakerin yang katanya terstruktur sesuai kurikulum, keren, disiplin, on time pula. Kurang apa lagi coba? 

Gambar 1.2 Lembaga Bina Bakat Puspadanta
Aku melirik jam tanganku. YaaTuhaaaan.. pantas saja pintu belum dibuka ternyata kami berangkat terlalu pagi. Selang beberapa menit dari arah barat terlihat 6 orang murid sebaya kami yang berjalan menuju Puspadanta, menit selanjutnya terlihat 6 orang murid yang datang dari arah yang berlawanan. Namun anehnya seragam yang mereka gunakan memiliki identitas yang sama. Kami saling bertatap muka.            

Tepat pukul 07.00, terdengar seseorang tengah memutar slot kunci dan membukakan pintu. Terlihat seorang lelaki berdiri di ambang pintu, yang ternyata adalah pak Nonok saudara pak Ali. Segera kami mendekatinya dan memberikan salam. Jam pembekalan prakerinpun tiba. Materi pertama adalah narasi, kami dibimbing oleh guru cantik yang seringkali disapa Bu Rully. Ia meminta kami membuat narasi dan membacanya di depan. Saat giliranku tiba, aku segera maju ke depan dan membacanya. Selesai membaca, Bu Rully memberi tanggapan bahwa narasi yang aku buat sudah sesuai. Eh, gimana nggak seneng coba? Dari yang awalnya sama sekali nggak bisa bikin narasi, sekalinya bikin tanggepannya tidak mengecewakan.
Materi kedua adalah olah vokal. Awalnya terasa aneh, aku anak Multimedia tapi kok disuruh latihan vokal? Nggak mungkin juga kan kalau di tempat prakerin kita disuruh paduan suara dan nyanyiin lagu Indonesia Raya gitu? Ternyata, setelah diberi penjelasan oleh Bu Rully, olah vokal tersebut bertujuan untuk menyesuaikan suara kita saat membaca narasi. Materi demi materi aku ikuti dengan disiplin. Hari pertama di Puspadanta terasa berbeda, tentunya ini semua terasa indah.
            Hari berikutnya, seperti pada hari pertama. Aku berangkat bersama Asni dan Astuti. Lagi lagi kami berangkat kepagian. Tepat pada pukul 07.00 pintu dibuka, sedangkan aku bersama dengan kedua temanku sudah stay di depan pintu sejak 30 menit sebelumnya. Setelah masuk, kami duduk sembari menunggu teman-teman yang lain datang. Oiya, di sini aku mendapatkan teman baru yaitu 12 anak dari Klaten. Setelah semua datang termasuk semua teman magangku lainnya yaitu Andrey, Ibnu dan Jeffta materi segera dimulai. Hari kedua kami mendapatkan tugas untuk take video sebanyak 20 angle menggunakan handicam. Awalnya aku berfikir bahwa itu mudah, ternyata setelah turun tangan gambar yang sudah kuambil hasilnya goyang semua alias nihil. Nggak ada 1 pun gambar yang diacc oleh guru pendamping. Gilaaaaa malu banget sumpah! Dari situlah aku mulai berusaha, dari yang awalnya take video bergantung dengan penggunaan tripod, sekarang tanpa tripodpun insyaalloh kami mampu. Meski harus menghabiskan waktu selama 1 minggu untuk mendapatkan 2 kali lipat dari jumlah yang telah ditentukan sebelumnya, tetapi dari hal kecil itu aku merasakan adanya kerjasama dari kawan kawanku satu sama lain. Dari hal itu pula aku belajar, bahwa mendapatkan sesuatu yang baik itu tidaklah mudah. Harus dengan sabar, dan itu membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

Gambar 1.3 Take Video 20 Angle Di Masjid Pathok Negoro Wonokromo Pleret

            Hari hari berikutnya hingga kurang lebih sekitar 1 minggu, kami hanya menghabiskan waktu kami untuk mendalami pengambilan gambar 20 angle ini. Selama 1 minggu itu juga, kami selalu bersama, saling bekerjasama dan tidak lagi mementingkan ego dari diri kami masing masing. Dari situlah aku mengerti arti kebersamaan. Sederhana memang, hanya dari hal kecil namun memiliki kebahagiaan yang sangat luar biasa.
           

7 komentar:

  1. ...... mungkin ceritamu itu bagus.

    BalasHapus
  2. judulmu itu mungkin membingungkanku......?

    BalasHapus
  3. Itu beneran Far ???? masak sih ?? serius ?????????? ... Haha

    BalasHapus
  4. tulisannya masih banyak yang kurang teliti....

    BalasHapus
  5. farida lebih teliti lagi yaaa kalau mau ngeshare.... usahain jangan sampai ada pengulangan kata.

    BalasHapus