Mengkutip Dari : www.puspadanta.com
— Ketika
sedang marah dan emosi berada dalam puncaknya, setiap hal rasanya selalu salah
dan menjengkelkan. Para peneliti dan ahli mengatakan ada beberapa hal yang
sebaiknya tidak dilakukan ketika dirundung kemarahan. Apa saja itu?
- Makan
Menurut
seorang ahli bernama Kathy Gruver PhD, mengatasi marah dengan makan dapat
berdampak buruk. Ia mengatakan bahwa saat kita marah, kita cenderung memilih
makan makanan yang tidak sehat.
Gruver
menambahkan, jarang sekali orang yang memilih untuk makan sayuran saat ia
marah. Sebaliknya, yang sering dipilih biasanya adalah makanan-makanan yang
tinggi akan karbohidrat, gula, dan lemak. Selain itu, makan ketika marah
menyebabkan sistem pencernaan tidak berfungsi dengan baik, dan ini bisa
menyebabkan konstipasi dan diare.
- Tidur dalam keadaan marah
Berdasarkan
penelitian yang diterbitkan pada Journal of Neuroscience, tidur bisa memperkuat
memori atau daya ingat, terutama memori yang berhubungan dengan emosional.
Penelitian tersebut menunjukkan bahwa tidur bisa membuat emosi negatif dalam
diri anda. Allen Towfigh MD, seorang neurolog dan dokter spesialis pengobatan
tidur mengungkapkan bahwa tidur bisa membantu memproses serta mengonsolidasikan
informasi yang diterima sebelum tidur. Hal ini pada akhirnya mengindikasikan
bahwa tidur setelah bertengkar atau sedang dalam keadaan emosi membuat anda
akan mengingat kembali dan mengalami emosi yang sama saat bangun tidur.
- “Menunjukkan” kemarahan di media sosial
Dewasa ini,
ada kecenderungan oleh sebagian orang ketika mereka sedang marah atau emosinya
tidak stabil, mereka ‘mengungkapkannya’ di media sosial. Kebiasaan
‘Menunjukkan’ emosi ke media sosial bukanlah kebiasaan yang baik. Narang
mengatakan bahwa saat anda sedang marah dan ‘mengumumkan’ perasaan anda ke
media sosial, hal tersebut bisa menjadi bumerang yang akan membuat anda
menyesal. Mengumumkan atau menuliskan sesuatu ke publik sangat sulit untuk anda
tarik kembali. Oleh sebab itu, jika anda sedang dalam kondisi emosi, sebaiknya
tidak ‘menumpahkan’ amarah anda ke media sosial.
- Mengemudi
Hal yang
berbahaya ketika anda mengemudi kendaraan dalam keadaan sedang marah. Riset
mengungkapkan bahwa pengendara yang mengemudi kendaraan dalam kondisi sedang
marah lebih berisiko mengalami kecelakaan. Seorang psikolog klinis, David
Narang PhD, mengatakan bahwa saat anda sedang marah, anda berisiko terhadap
aksi menyerang, oleh sebab itu sebaiknya jangan mengemudi.
Kemarahan
dapat membuat seseorang hanya melihat lurus ke depan saja. Si pengemudi yang
sedang marah bisa saja tidak melihat kendaraan lain di sekitarnya atau pejalan
kaki. Kondisi ini dinamakan dengan tunnel vision. Apabila anda memang
harus mengemudi, sebaiknya membuka mata dengan lebar dan terus fokus agar
terhindar dari tunnel vision. (Lala)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar