My Widget

Jumat, 24 April 2015

SYARAT PEMAGANGAN/ PRAKERIN Di Puspadanta

Mengkutip Dari : www.puspadanta.net

a. Koordinasi pendaftaran pemagangan selambat-lambatnya 2 bulan dari jadwal pelaksanaan
b. Tiap sekolah mengirimkan minimal 6 calon peserta magang dan maksimal mengirimkan 25 calon peserta magang (dari kelas berbeda dengan    jurusan yang sama
c. Calon peserta magang / prakerin membawa surat pengajuan Magang/ Prakerin dari SMK/ Kampus atau lembaga pembelajaran setempat yang sudah disahkan oleh Guru/ Dosen pembimbing atau yang terkait. Selambat-lambatnya 2 minggu sebelum pelaksanaan.
d. Sekolah/ Kampus/ Lembaga lain wajib membawa Surat Kesepakatan Bersama atau MOU dengan DUDI Puspadanta Production yang sudah disahkan disaat waktu pelaksanaan magang/ prakerin
e. Tiap Calon Peserta Magang/ Prakerin dikenakan biaya administrasi :



f. Peserta magang mengisi formulir pendaftaran yang sudah disediakan
g. Menyerahkan foto berwarna ukuran 3x4 sebanyak 2 lembar
h.Tiap peserta magang wajib mematuhi tata tertib yang berlaku di Puspadanta production.
i. Monitoring dari sekolah minimal 2 kali dalam jangka waktu pelaksanaan.

  

Hari Hari Terbaik Persembahan Puspadanta Minggu Kedua

 Tiba hari ke 8 ditempat prakerin. Kami mendapatkan tugas untuk membuat design cover dan label CD. Karena deadlinenya hanya 1 malam dan PC di rumah mati total karena slot RAMnya bermasalah, hari itu aku sengaja pulang agak telat. Mengorbankan sedikit saja waktuku demi menyelesaikan tugas tugasku. Tepat setelah adzan maghrib, ketika cover dan label CD menurutku sudah selesai, aku segera pulang. Meski jarak yang harus aku tempuh terbilang cukup jauh dan memakan waktu yang cukup lama, tetapi itu tida jadi masalah.
            Pagi harinya, seperti biasa. Ketika sampai di Puspadanta pintu belum juga dibuka. Menunggu lagi. Bagiku, Asni dan Astuti hal itu sekarang telah menjadi kebiasaan setiap paginya. Selang beberapa menit setelah kami menunggu pintu pun dibuka. Kami mulai memasuki ruangan, mulai menyalakan PC dan memulai kembali kegiatan kami. Karena cover dan label sudah selesai, hari ini aku berniat untuk beristirahat. Sembari menunggu pak Ali, yaitu guru pengampu kami aku duduk dan sedikit mengotak atik untuk mengkreasikan design cover tersebut.
            Selang beberapa jam, ketika melihat pak Ali datang Asni menilaikan design cover CD miliknnya. Dan tanggapan pak Ali adalah “Kamu mau minta nilai berapa?” kebayangkan gimana senengnya dapat tawaran nilai sesuai keinginan segampang itu? Melihat Asni temanku mendapatkan nilai sesuai dengan keinginan, dalam hatiku mulai timbul rasa iri. Jurusan kita sama, kelas kita sama, dengan guru yang sama pula. Harusnya aku juga bisa mendapatkan apa yang didapatkan oleh Asni. Segera aku mendekati pak Ali dan meminta agar beliau menilai hasil dari pekerjaanku. Namun, hasilnya tidak seperti apa yang aku harapkan. Beliau masih memintaku untuk sedikit memperbaiki pekerjaanku.  Tanpa berfikir panjang dan membuang waktu lama, segera kuperbaiki pekerjaanku sesuai dengan petunjuk yang telah dikatakan oleh pak Ali tadi. Setelah menurutku hasil pekerjaanku telah sesuai  dengan apa yang dikehendaki oleh pak Ali, aku berniat segera menilaikan pekerjaanku agar semua tugasku selesai dan aku bisa bersantai. Namun, ketika mencari pak Ali ternyata beliau sedang pergi ke proyek Puspadanta 2 untuk mengontrol pembangunan proyek. Dan akhirnya akupun menunggu lagi, dan itu memakan waktu yang cukup lama. Sembari menunggu pak Ali kembali dari proyek, aku menyempatkan waktu untuk mengajak teman temanku menunaikan ibadah sholat dzuhur, dan kamipun berangkat. Setelah sholat berjamaah, kami kembali.tetapi tetap saja pak Ali belum pulang. Menunggu dan menunggu lagi, selalu saja itu kulakukan.
            Tak lama kemudian, terdengar suara mesin motor dimatikan dan ternyata itu adalah pak Ali. Segera aku menilaikan pekerjaanku yang telah direvisi sesuai petunjuk dari pak Ali.. dan ternyata, tanggapan yang sama seperti tanggapan ketika melihat pekerjaan Asni yang aku dapati dari pak Ali. Perasaan senang datang menghampiri, waktu istirahat yang telah aku korbankan ternyata tidak sia sia. Aku mendapatkan nilai sesuai dengan keinginanku. 

Gambar 1.1 Membuat Design Cover Dengan Tema Binatang

Setelah dinilai, pak Ali memintaku untuk mengajari teman teman yang lain untuk merevisi pekerjaan mereka seperti yang diperintahkan pak Ali kepada Asni. Adzan maghrib berkumandang, segera aku mengemasi barang barang yang kubawa dan bergegas pulang. Hari ke 9 di tempat Prakerinpun telah usai.
            Hari selanjutnya, karena tugas cover sudah selesai, narasi sudah selesai begitu juga dengan pengambilan gambar 20 angle, kami mendapatkan tugas baru yaitu mengedit video. Disini kami dilatih menjadi seorang editor. Masing masing dari kami diberi ratusan stok video untuk belajar mengedit dengan bimbingan mas Tyas, dan anak magang dari Sragen yang sudah 1 bulan berada di Puspadanta. Karena dalam aplikasi premiere kemampuanku masih terbilang kurang, aku masih banyak bertanya tentang bagaimana baiknya agar hasil editanku cukup bagus. Membutuhkan waktu cukup lama menyelesaikan tugas 1 ini.
            Selang beberapa lama, setelah banyak bertanya dan meminta bantuan dari mbak Sri Wahyuni 1 video siap dinilaikan. Dan ketika dinilai oleh mas Tyas, busyet daaaaah banyak video yang sudah ku tata rapi sesuai dengan narasi didelete oleh mas Tyas. Ia bilang, video yang aku masukkan salah karena itu merupakan video yang hasilnya goyang. Terpaksa, aku harus mengulang lagi, dan lagi lagi aku terpaksa pulang telat serta mengorbankan sedikit waktu istirahatku entah yang keberapa kalinya. Hari itu juga video selesai direvisi dan aku pulang.

Gambar 1.2 Mengedit Kegiatan Bakti Sosial SMA Negeri 1 Bantul

Hari berikutnya. Hari itu aku berniat pulang lebih awal, karena mas Tyas dan mas Ikang tidak masuk sedang video editanku juga sudah selesai. Selain karena lelah aku memiliki janji untuk menemani sahabat karibku untuk membeli kado ulangtahun. Aku melirik jam tanganku, tepat pukul 16.00.  Segera aku mengemasi barang bawaanku dan mengajak Astuti untuk segera pulang. Belum sempat aku memanggil Astuti, Bu Rully keluar menuruni anak tangga dan mengatakan bahwa pada pukul 16.30 akan ada tambahan materi dari pak Ali. Pupus sudah harapanku untuk pulang lebih awal.
            Materi yang dibimbing oleh pak Ali pun dimulai. Awalnya mengikuti materi ini aku kurang semangat, tetapi setelah memasuki materi Titling dan Countdown rasa kurang semangat itu kini berubah menjadi semangat. Menyesal rasanya jika tadi aku sudah terlanjur pulang. Tertinggal 2 materi baru yang menarik dan sedikit Adobe After Effect yang sejak dahulu kami merengek meminta kepada guru sekolah kami untuk mengajari, namun belum juga diajari. Setelah tepat pukul 18.00 materi dari pak Ali pun selesai dan kami dipersilahkan pulang. Kami pun memberikan salam pada pak Ali dan bergegas pulang. Hari ke 11 berakhir dan pengalaman serta tambahan ilmu yang entah itu jadi keberapa itu pun berakhir dengan rasa gembira.

Gambar 1.3 Membuat Titling Dan Countdown





v

Mitos-Mitos Perawatan Kulit Wajah

Mengkutip Dari : www.puspadanta.com


--- Wajah merupakan penggambaran pribadi seseorang. Melalui wajah, sekilas dapat mengenal kepribadian seseorang. Dari wajah juga, kita bisa mengetahui emosi seseorang. Oleh karena itu, wajah perlu dirawat bukan hanya untik kecantikan belaka, melainkan juga untuk kecerahan yang mewakili jiwa pemiliknya. Namun didalam aktivitas kita sehari-hari sering terbentuk mitos yang terkadang menyesatkan. Berikut beberapa mitos perawatan kulit wajah yang sering ada di masyarakat.
  1. Wajah berminyak itu tidak bagus
Dalam kondisi berlebih, minyak wajah memang kurang baik karena dapat meningkatkan faktor timbulnya jerawat. Namun sebenarnya minyak wajah memiliki banyak manfaat. Pemakaian produk bebas minyak yang dianggap bagus, sebenarnya justru akan mengurangi kelembapan kulit wajah serta menjadikan wajah menjadi kering dan mudah mengalami keriput atau penuaan dini. Salah satu fungsi minyak adalah mencegah penguapan air secara berlebih serta menjaga kelembapan dan elastisitas kulit wajah sehingga wajah menjadi nampak lebih muda dan berseri.
  1. Merawat kulit sekitar mata dengan produk kosmetika khusus.
Sebenarnya untuk daerah mata sebaiknya tidak perlu mengenakan produk perawaatan khusus. Cukup diberikan massage ringan dan diberi bahan yang bersifat dingin atau melembapkan seperti irisan mentimun dapat membantu. Pemberian air es di bawah kantung mata juga dapat menambah kesegaran mata.
  1. Terlalu sering mencuci wajah
    Wajah akan nampak bersinar jika sering dibasuh, dicuci atau disiram. Membersihkan kulit wajah menggunakan air memang bagus. Namun perlu ada batasan berapa kali maksimal membasuh kulit wajah. Karena ternyata terlalu sering mencuci wajah apalagi dengan ditambah sabun, justru berdampak kurang baik bagi wajah. Di bawah lapisan kulit wajah terluar terdapat jaringan kulit jangan yang menyimpan kelenjar minyak. Salah satu fungsi minyak adalah untuk membantu mengeliminasi kotoran dan bakteri yang menginfeksi ke dalam jaringan kulit. Selain itu minyak juga membantu melembapkan kulit serta mengurangi timbulnya keriput pada wajah. Elastisitas wajah juga cenderung terjaga oleh adanya lapis minyak ini. Ketika wajah terlalu sering dibasuh, maka kandungan minyak dapat berkurang secara signifikan bahkan sangat menipis. Bagi yang memiliki kadar minyak wajah berlebih mungkin tidak terlalu menimbulkan masalah, namun pada wajah kering, mencuci wajah secara berlebihan dapat menambah kekeringan kulit.
4. Tanpa make up lebih baik dibanding dengan make up.
Pendapat ini tidak sepenuhnya benar, terkadang make up justru dapat melindungi individu dari paparan sinar ultraviolet dan dapat membantu meningkatkan kekencangan kulit, asalkan dipilih produk kosmetika yang tepat dengan kondisi wajah.
5. Pemutih kulit wajah menghilangkan pigmen kulit
Sebenarnya peran pemutih kulit bukan meniadakan pigmen kulit, melainkan cenderung mengurangi perubahan warna pigmen akibat paparan sinar matahari. Sehingga warna kulit akan secara optimal sesuai dengan tingkat kecerahan alami yang dimiliki oleh sifat genetika seseorang. Individu berkulit gelap tidak mungkin berubah menjadi putih hanya dengan mengenakan pemutih wajah.
6.Pengelupasan kulit wajah meningkatkan regenerasi sel kulit mati.
Memang benar, sel kulit mati perlu diregenerasi untuk didapatkan sel kulit yang baru. Secara alami, sel kulit mati akan mengelupas sendiri, tanpa harus dikelupas. Membantu sel kulit yang sudah mengelupas supaya mengelupas secara sempurna, memang akan meningkatkan indahnya tampilan wajah karena pada kondisi belum mengelupas secara sempurna, akan menimbulkan bentuk yang kurang halus. Akan tetapi melakukan pengelupasan kulit secara tidak alami ataupun secara paksa justru dapat menimbulkan pelukaan pada sel kulit wajah. Pelukaan menimbulkan infeksi termasuk salah satunya dapat memicu timbulnya jerawat. Apabila yang dikehendaki adalah mengangkat sel kulit mati yang masih tertinggal di wajah atau yang menyumbat pada sela pori kulit wajah, maka menggunakan scrub ringan yang dipadu busa lembut atau peeling menggunakan bahan berbutir lembut seperti kopi bubuk dapat dilakukan. Itupun tidak perlu terlalu keras menggosok.
Semoga informasi mengenai mitos –mitos perawatan kulit wajah dapat bermanfaat untuk anda. (Lala)

Resep Roti Cokelat

Mengkutip Dari : www.puspadanta.com


--- Tak lengkap rasanya jika sudah membuat roti dengan isi keju tak membuat roti dengan isi cokelat. Dari satu adonan roti pun Anda dapat menciptakan berbagai macam isi roti yang variatif.
 Bahan Roti Untuk Resep Roti Cokelat  :
–    500 gram tepung terigu protein tinggi
–    1/2 sendok makan ragi instan
–    1/4 sendok teh vanili bubuk
–    25 gram susu bubuk
–    125 gram gula pasir
–    2 butir telur
–    225 ml air es
–    75 gram margarin
–    1 sendok teh garam
–    2 sendok makan susu cair untuk olesan
Bahan Isi Buat Resep Roti Cokelat  :
–    100 gram susu bubuk
–    50 gram cokelat bubuk
–    100 gram gula pasir halus
–    50 ml air
Cara Membuat Resep Roti Cokelat  :

Roti, campur tepung terigu, ragi instan, vanili bubuk, susu bubuk, dan gula. Aduk rata. Tambahkan telur dan air es sedikit-sedikit sambil diuleni sampai kalis.
Masukkan margarin dan garam. Uleni sampai elastis. Diamkan 30 menit. Kempiskan adonan. Timbang masing-masing 35 gram. Diamkan 10 menit.
Pipihkan adonan. Beri isi. Bentuk persegi panjang. Diamkan 60 menit. Letakkan di loyang yang dioles dengan margarin.
Oles dengan susu cair.
Oven dengan api bawah suhu 190 derajat Celcius 12 menit sampai matang



Sup Pangsit Jepara

Mengkutip Dari : www.puspadanta.com


--- Taukah kalau Sup Pangsit Jepara merupakan salah satu hidangan favorit dari R.A Kartini? Rasanya yang segar dengan berbagai macam bumbu lokal serta seafood yang  menggoda membuat Sup ini sangatlah nikmat. Berikut ini adalah cara membuatnya.
Bahan-bahan:
500 gram udang, kupas, buang kepala dan ekornya
100 gram soun, rendam dalam air
½ sdt garam
¼ sdt merica bubuk
4 butir telur
2  sdm minyak atau margarin, untuk membuat dadar
4 sdm kacang polong
4 btg daun bawang, iris halus
4 btg seledri, iris halus

Bahan kuah:
500 gram fillet ayam, potong kecil-kecil
4 sdm minyak goreng
2 L kaldu ayam (dari rendaman fillet ayam)
2 sdt garam
1 sdt merica bubuk
40 gram jamur kuping, rendam, iris tipis
100 gram sedap malam, rendam
4 sdm bawang merah goreng
2 sdm bawang putih goreng

Cara membuat:


Cincang halus 3/4 bagian bahan udang, biarkan utuh sisanya, sisihkan.
Bumbui udang cincang dengan garam dan merica, sisihkan.
Kocok telur, buat dadar tipis-tipis, sisihkan.
Ambil selembar telur dadar, letakkan 1-2 sdm adonan udang di tengahnya, gulung. Lakukan sampai adonan dan dadar habis.
Kukus dadar isi sampai matang, angkat dan sisihkan. Jika sudah dingin, potong menjadi 5-6 bagian.
Cara pembuatan kuah: Tumis daging ayam dan udang ututh sampai berubah warna, lalu tuangkan kaldu. Tambahkan garam dan merica, masak sampai mendidih atau matang.
Masukkan jamur kuping, sedap malam, sebagian bawang merah dan bawang putih goreng, lalu angkat.
Masukkan soun, kacang polong, daun bawang, dan seledri ke dalam mangkuk. Tambahkan irisan dadar isi, siram dengan kuah panas bersama jamur dan sedap malam.
Taburkan sisa bawang goreng, sajikan segera.
Sup Pangsit Jepara ini unik karena pangsit merupakan dadar gulung berisi udang cincang didalamnya. Tentu saja sup yang menyegarkan ini akan semakin nikmat dihidangkan selagi panas. Selamat Menikmati! (Lala)

Manfaat Sayuran Hijau untuk Tubuh

Mengkutip Dari : www.puspadanta.com


--- Banyak orang yang tidak menyukai sayuran, terlebih lagi anak kecil. Walaupun sebenarnya sayuran hijau memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh kita. Semakin hijau warna sayuran, semakin tinggi pula kandungan nutrisinya.
Inilah beberapa manfaat yang didapatkan bila rajin makan sayuran hijau diantaranya:
Sayur menjadi sumber serat yang bebas lemak, sehingga cocok untuk menu diet sehat,
Jika dimakan tanpa tambahan lainnya, sayuran hijau mengandung kalori kurang dari 25 per porsi. Makan seporsi sayuran hijau memiliki kenyang yang sama dengan setangkup roti gandum,
Sayuran hijau tidak hanya membuat konsentrasi lemak dalam darah bisa tetap terjaga, namun juga menjaga kita terhindar dari berbagai serangan penyakit akibat gangguan pada pembuluh darah, seperti hipertensi, stroke, diabetes, jantung koroner, dan katarak,
Sayuran kaya akan kandungan betakaroten, alfakaroten, dan lutein yang terbungkus dalam klorofil. Dengan banyak makan sayuran hijau, klorofil akan melindungi sel lemah dari serangan benih kanker. Jika di dalam tubuh terdapat benih kanker, maka benih tersebut akan memilih sel lemah, sehingga sel tersebut mudah dilumpuhkan.,
Sayuran mengandung vitamin-vitamin yang bekerja sebagai antioksidan dengan cara mengikat lalu menghancurkan radikal bebas, serta mampu melindungi tubuh dari reaksi oksidatif yang menghasilkan racun di tubuh,
Beberapa jenis sayuran hijau seperti sawi, bayam dan  brokoli mengandung kalsium yang baik untuk tulang. Makan sayur bisa mengurangi resiko penderita patah tulang, sekaligus membantu pertumbuhan gigi yang sehat dan kuat,
Serat kasar yang ada dalam sayuran tidak bisa terurai oleh sistem pencernaan kita, dan berfungsi sebagai karet busa di dalam usus. Dia akan menyerap zat buangan dan membantu gerakan peristaltik usus untuk mendorong sisa makanan ke luar tubuh.


Manfaat yang dikandung oleh sayuran hijau sangatlah banyak. Hampir semua penyakit bisa dicegah dengan mengkonsumsi sayuran hijau. Oleh karena itu, mulai saat ini konsumsilah sayuran setiap hari. (Lala)

Rabu, 15 April 2015

Hari Hari Terbaik Persembahan Puspadanta Minggu Keempat



Hari demi hari telah berlalu. Semua tugas terasa lebih ringan dengan adanya pembentukan garda. Anggota satu dengan anggota lain dapat bekerjasama dan saling menghargai adanya perbedaan pendapat tanpa adanya perselisihan yang timbul diantara para anggota.
Tiba hingga pada minggu keempat. Pada tanggal 21 Maret 2015, seorang wanita cantik namun terlihat asing memasuki ruangan atas. Mas Ikang bilang, ia adalah Mbak Lathiva atau yang kerap disapa Mbak Lala. Ia adalah salah satu karyawan Puspadanta yang selama ini seringkali diceritakan oleh pak Ali. Oalaaah.. ini to yang namanya Mbak Lala.
Hari itu, aku mendapatkan tugas untuk membuat narasi seputar Acara Milad SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta. Setelah narasi selesai dibuat dan telah di Acc oleh Bu Rully aku pun berniat untuk beristirahat sejenak. Dengan ditemani segelas kopi dingin, aku duduk diruang tengah sembari bercakap cakap dengan beberapa kawan magangku. Tak lama kemudian, dari arah barat terlihat salah satu kawan magangku yaitu Ima, datang menghampiriku. Ia menyampaikan pesan dari Bu Rully, bahwa narasi yang telah dikoreksi tadi diminta untuk dikoreksikan kembali pada Mbak Lala. Mendengar perintah tersebut, aku bergegas menemui Mbak Lala. Banyak sekali pikiran negative yang datang dan bergelayut dalam benak ku. Takut jika narasi salah, takut jika mendapat komentar bahwa narasiku tidak layak pakai, takut jika Mbak Lala marah. Yang jelas banyak sekali rasa takut yang datang menghantui. Terlebih lebih, beberapa anak magang mengatakan bahwa jika narasi tersebut salah Mbak Lala akan marah dan memberikan hukuman.
Ketika menemui Mbak Lala. Ia membaca paragraf awal dari narasi yang telah aku buat. Komentar Mbak Lala adalah lumayan. Memasuki paragraf kedua, dari situ Mbak Lala mulai banyak menyalahkan pekerjaanku. Kurang inilah, itulah, salah inilah, itulah. Takut jujur! Tapi apa salahnya? Aku dimarahi karna kesalahanku, aku juga dimarahi demi kebaikanku. Lalu apa yang harus aku takuti? Dengan sopan aku memberanikan diri untuk menanyakan kembali letak kesalahan narasiku. Setelah beberapa kata direvisi dan diberitahu bagaimana penempatan setiap kata yang baik dan benar, narasi SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta tersebut di Acc oleh Mbak Lala. Lega sekali rasanya.
Segera aku menuruni anak tangga dan kembali ke ruang tengah. Tidak sengaja aku membaca sedikit narasi yang telah aku buat dengan bantuan Mbak Lala tersebut, eeh ternyata lumayan bagus. Setiap kalimat dan suku katanyapun terlihat sangat rapi dan enak untuk dibaca. Dari situlah aku mulai mengerti, bahwa setiap omelan yang dilontarkan oleh Mbak Lala itu mengandung arti. Tergantung dari bagaimana kita menyikapinya.
Hari berikutnya, Mbak Lala memintaku untuk membuat narasi kembali. Narasi kali ini lain dengan narasi yang telah kubuat sebelumnya. Jika waktu itu narasi dibuat tanpa melihat hasil liputan, kali ini narasi dibuat dengan meliput sendiri kegiatannya.
Narasi kedua selesai dibuat dan tidak banyak mendapatkan revisi dari Mbak Lala. Mbak Lala juga bilang kalau aku punya bakat menulis. Weh senengnyaaaaa!!! Ternyata setelah mengenal Mbak Lala dan mendengarkan beberapa ceritanya sembari merevisi narasi, Mbak Lala tidak seperti yang aku bayangkan. Hari terakhirku diminggu keempat pun telah berakhir dengan pengalaman baru.
Hari hari berikutnya setelah narasi dikoreksi dan menapatkan sedikit tambahan pemahaman dari guru baru ini, aku semakin mengerti. Bahwa semua hal yang bernilai baik dan benar, harus melalui proses. Dan proses itu tentunya tidak mudah!

Hari Hari Terbaik Persembahan Puspadanta Minggu Ketiga



Senin 16 Maret 2015, memasuki minggu ketigaku di Puspadanta tercinta. Diminggu ketiga ini, aku berharap semua berjalan sesuai dengan rencana.
Pagi itu, aku memulai  minggu ketigaku dengan menceritakan pengalamanku ketika berada di Puspadanta. Aku menceritakan semuanya dari awal. Mulai dari memantapkan niatku untuk mendaftarkan diri prakerin di Production House tersebut, hingga semua kegiatan yang telah aku lakukan sampai pada saat itu. Untuk menyelesaikan tugas yang  1 ini, aku memilih untuk menggunakan buku kegiatan sebagai pacuannya, agar semua pengalaman yang akan aku tuangkan dalam ceritaku tidak satupun ada yang terlewatkan. Sekitar pukul 14.00 WIB, tugas yang menjadi tanggung jawabku telah usai aku kerjakan. Setelah lebih dari setengah hari aku mengerjakan tugasku dan merasa cukup lelah, aku berniat untuk mengajak Astuti untuk beristirahat sejenak. Belum sempat aku menemuainya, terlintas dalam benak ku lembaran yang bertumpuk-tumpuk sedang menanti di meja sana. Ku urungkan niatku untuk beristirahat, segera aku menempatkan diri di hadapan PC dan mulai mengerjakan tugas tugasku tadi. Ya Tuhaaaan... penat memang. Tapi bagaimana lagi? Pekerjaan sudah menanti agar semuanya segera selesai dan tertata rapi.
Detik berganti menit, menit berganti jam. Waktu cepat sekali berlalu, sedangkan aku tidak bisa mengimbangi pekerjaanku dengan waktuku. Kulirik jam dinding yang berada di sebelah utara ruang utama telah menunjukan pukul 18.00 WIB. Waktunya pulang!!! Sebuah kasur empuk dengan sepasang bantal dan guling, kini sudah mulai hadir dalam bayanganku. Tetapi tugas memaksaku untuk tetap bersikap tanggung jawab. Melihat salah satu teman magangku telah selesai mengerjakan semua tugasnya, akupun berniat untuk segera menyelesaikan semua pekerjaanku. Tapi apa daya? Ketika telah merasa lelah, otak tak lagi bisa berfungsi. Kulirik kembali jam dinding yang berada di sebelah utara ruang utama, waktu menunjukkan pukul 18.30 WIB. Aku berfikir ada baiknya hari ini ku akhiri aktivitasku dan memulai kembali esok hari dengan waktu yang lebih awal, itu lebih baik. Penat terganti dengan istirahat, dan tentunya otak akan berfungsi kembali.
Ku matikan PC dan ku akhiri aktivitasku pada hari itu. Segera aku mengemasi barang bawaanku dan bergegas pulang. Setelah berpamitan, kulangkahkan kakiku menuju parkiran. Satu langkah saja, semuanya terasa indah. Bayangan makan malam bersama keluarga, serta kasur empuk yang tertata rapi di sudut kamarku kini terlintas kembali. Belum sempat aku menghidupkan mesin sepeda motorku, terdengar seseorang berteriak memanggil namaku. Ya Tuhan, dalam waktu sekejap saja bayangan bayangan indah tersebut hilang.
Terlihat sosok bayangan seorang wanita datang menghampiriku. Ternyata Asri. Dia adalah salah satu kawan magangku yang berasal dari SMK Negeri 1 Klaten. Aku fikir, ia mendekatiku hanya untuk memberikan barang bawaanku yang tertinggal karena aku mengemasinya dengan tergesa-gesa. Ternyata.. ia menyampaikan bahwa guru pembimbingku yaitu Mas Tyas, memintaku untuk mendampingi liputan kegiatan Out Bound SD Muhammadiyah Kauman di Sleman. Dan asal kalian tau, Mas Tyas memintaku untuk datang di Puspadanta jam 06.00 pagi. Busyeeeett, jam 6 pagi? Jam segitu aku baru selesai mandi guys. Seneng sih, diberi kepercayaan seperti itu. Tapi kenapa waktunya harus nggak tepat gitu lho? Tanpa berfikir panjang dan memberikan jawaban yang berbelit belit, aku menganggukkan kepala dan bergegas pergi.
Sesampainya di rumah, hidangan makan malam bersama keluarga yang sempat terbayang ku abaikan demi menyelesaikan tugas prakerin. Tepat pada pukul 23.00 WIB semua tugas telah selesai kukerjakan. Bahagia? Tentunya. Malam ini aku tidur nyenyak tanpa dihantui oleh lembaran lembaran tugas prakerin.
Pagi harinya, tepat pada pukul 05.00 WIB alarm pada jam wekerku berdering dengan nyaring. Suara itu sudah tak asing lagi ditelingaku, suara itu juga yang menandakan bahwa aku harus bangun dan memulai kembali aktivitasku. Karena teringat dengan kesepakatan bahwa hari ini ada jadwal liputan pagi, segera aku bergegas menunju kamar mandi. Tepat pada pukul 05.30 WIB, setelah cukup lama berdandan dan mempersiapkan barang bawaan termasuk bekal makan siang segera aku berpamitan dengan kedua orangtuaku dan bergegas menuju Puspadanta. Hari ini aku menemani Mas Tyas liputan bersama Jeffta. Aku berfikir, dalam perjalanan menuju tempat tujuan nanti aku bisa sedikit beristirahat karena Jeffta yang mengemudikan sepeda motorku.
Sesampainya di Puspadanta. Heh? Sepi? Kulirik jam tanganku. Waktu menunjukkan pukul 06.06 WIB. Sudah lebih dari 5 menit tapi Jeffta belum juga datang? Kuambil telephone genggamku dan mencoba menghubungi Jeffta, namun tidak ada jawaban. Kucoba untuk menghubungi kembali untuk yang kedua kalinya.. Namun hasilnya tetap sama. Tak lama kemudian, terdengar suara sepeda motor dari arah selatan. Suara itu semakin lama semakin jelas terdengar. Ternyata itu Jeffta.
Tanpa ada percakapan apapun, kami segera berangkat menuju rumah Mas Tyas. Takutnya Mas Tyas sudah berangkat dan kami ditinggal. Sesampainya disana, terlihat Mas Tyas sedang mengeluarkan sepeda motornya. Ia meminta kami untuk segera berangkat agar tidak terlambat dan tertinggal bus rombongan Out Bound SD Muhammadiyah Kauman. Kami segera mengikuti perintah dari Mas Tyas dan berangkat menuju SD Muhammadiyah Kauman. Karena sebelum berangkat Mas Tyas sempat mengatakan bahwa kami akan liputan di lereng merapi, bayangan gunung yang menjulang tinggipun menghampiri. Dengan dihiasi kabut dan beberapa tumbuhan yang tumbuh di sekitarnya, Gila!!!! Pasti indah banget coy!!
Setelah cukup lama menikmati perjalanan dengan disuguhi pemandangan yang begitu indah, kami pun sampai di tempat tujuan. Acara dimulai dan kami pun segera meliput kegiatan tersebut. Tiba pada saat permainan menyeberangi jembatan goyang di atas kolam. Guru pembimbing dari SD Muhammadiyah menantang kami untuk mengikuti permainan tersebut. Karena melihat banyak peserta yang gagal, aku ragu untuk mengikutinya. Tetapi Mas Tyas dan Jeffta tetap memaksaku untuk mengikuti permainan tersebut agar adil. Okelah.. aku ikut! Tiba giliran Mas Tyas, 3 kali ia mencoba menyeberangi jembatan tersebut namun semuanya gagal. Kini giliran Jeffta, kali ini ia berhasil. Melihat Jeffta terlihat sangat mudah menyeberangi jembatan tersebut, segera aku mendekati arena permainan tersebut dan menunggu giliranku tiba. Waktu yang ditunggu tunggupun telah tiba, setapak demi setapak aku menyeberangi jembatan tersebut dengan sangat hati hati. Dan akhirnya... Horeeee!!! Aku berhasil...!!!!
Tepat pada pukul 13.00 WIB kegiatan Out Bound berakhir. Kami berpamitan dan bergegas kembali ke Puspadanta dengan membawa pengalaman yang menggembirakan.

Gambar 1.1 Meliput Kegiatan Out Bound SD Muhammadiyah Kauman Di Sleman

Pagi harinya yaitu pada tanggal 18 Maret 2015. Hari itu adalah hari pembagian garda. Garda merupakan suatu perusahaan kecil di bawah naungan Puspadanta. Pembagian Garda ini, dilakukan sesuai perintah pak Ali.
Ketika pembagian garda tiba. Tercengang? Jelas!!! Pak Ali mengatakan bahwa anak magang yang berasal dari SMK Negeri 1 Bantul tidak mungkin 1 garda dengan anak magang yang juga berasal dari SMK Negeri 1 Bantul. Tapi ketika pembagian garda diumumkan aku mendapati nama Astuti dan Ibnu tercantum dalam gardaku. Gimana nggak seneng coba? Kita 1 garda coy!!!

Gambar 1.2 Garda Adinata - Kelompok Yang Unggul Dan Terdepan

Garda baru, tugas baru... Selang beberapa menit setelah pembagian garda, pak Ali meminta kami untuk membuat susunan pengurus dan mempersiapkan bahan untuk presentasi garda pada pagi harinya. Kami pun segera memisahkan diri sesuai dengan garda masing masing dan mulai berdiskusi. Di dalam rapat garda, seluruh anggota garda memintaku untuk membuat bahan presentasi dan sebuah logo sebagai simbol dari garda kami. Karena tugas presentasi garda telah dibagi dan aku mendapatkan tugas yang memakan waktu cukup lama, aku pun segera mengemasi barang barangku dan bergegas pulang.
Hari berikutnya. Waktu yang ditentukan untuk presentasi garda pun telah tiba. Ketika giliran gardaku untuk presentasi, kami pun segera maju dan mempresentasikan apa yang telah kami persiapkan. Satu persatu dari anggota garda menjelaskan jabatan dan tugas nya sesuai dengan apa yang telah ditentukan. Satu persatu dari kami juga menjawab dengan mudah setiap pertanyaan yang diberikan oleh anggota garda lainnya. Presentasi garda berakhir pada pukul 20.00 WIB dengan tepuk tangan meriah dari seluruh anggota garda.

Gambar 1.3 Presentasi Anggota Garda Adinata